Nama Seto Mulyadi atau Kak Seto pastinya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia.

Beliau merupakan seorang psikolog anak dan sempat menjabat sebagai Ketua dari KOMNAS Perlindungan Anak.

Tak ayal banyak warganet yang penasaran dengan bagaimana cara kak Seto mendidik putra-putrinya.

Dalam sebuah talkshow yang diunggah di Youtube TRANS TV Official, Minggu (13/12/2020), Kak Seto mengaku tetap tegas dan tetap marah jika anaknya berbuat salah.

Namun ia memilih untuk tetap tersenyum, alih-alih berteriak atau berkata kasar.


"Kalau marah, itu gak usah dengan menutup pintu dengan kecepatan 100km/jam, atau lempar piring atau semua isi kebun binatang disebutkan."

"Ya saya kalok marah bilang, sayang ayah marah. Jadi walaupun marah tapi dengan senyum sehingga tidak ada degub jantung yang dag dig dug," jelas Kak Seto.

Ketika memberikan pelajaran atau memarahi sang anak, kak Seto tetap memiliki batasan-batasan.


Dirinya mengaku tak pernah meluapkan amarah yang berlebihan dengan emosi tinggi kecuali dengan orang dewasa.

"Ya mungkin kalau ada terbatas ya, misalnya dengan orang dewasa, kalau dengan anak-anak pada dasarnya enggak," jelas kak Seto.


Menjadi orang tua sekaligus Ketua Komnas Perlindungan Anak, tak membuat anak kak Seto terbebas dari tindakan bullying di sekolah.


Sang anak yang saat itu menuntuty ilmu di sekolah berstandar International, kerap mendapatkan bullying dari teman-temannya.


Hal tersebut membuatnya tak ingin lanjut bersekolah, dan mengadu kepada sang ayah.


Kak Seto dan sang istri yang saat itu heran, mempertanyakan kembali keputusan sang anak.

"Nggak ini sekolah mahal kamu harus sekolah," tegas istri kak Seto kepada sang anak.


Tak terima dengan ucapan sang bunda, sang anak mengatakan jika akan melaporkan kejadian yang diterimanya ke Komnas Perlindungan Anak.

"Bunda kalau aku dipaksa sekolah, aku lapor ke ketua Komnas Anak. Ketuanya saya waktu itu, dari pada perang dunia di rumah. Iya dia tau (ketuanya saya)."

"Komnas anak di dalam keluarga juga jangan kekerasan terhadap anak, pemaksaan itu adalah kekerasan. Nah akhirnya dialah yang mendorong lahirnya ome schooling," tegas kak Seto.

Diketahui jika kak Seto telah mendirikan sekolah di rumah, bernama Home Schooling Kak Seto atau disingkat HSKS pada tahun 2007.