pendidikan di Kota Makassar diharapkan dapat berjalan normal di tahun 2021, penutupan lama sekoah dikhawatirkan memperburuk kualitas pendidikan di Kota Makassar.


Ketua Komisi D Bidang Kesra DPRD Kota Makassar Abdul Wahab Tahir mengatakan bahwa, pendidikan di Kota Makassar sudah cukup terpuruk, dengan kondisi saat ini kompetensi siswa berpotensi kian jauh dari harapan.
"Kita berharap ini bisa baik lagi di 2021, apalagi Makassar sudah 413 tahun, kita harap peningkatan kualitas SDM karena arah dan masa depan ditentukan sejauh mana manusianya. Sehingga pendidikan fokus utama," katanya.


Capaian-capaian sistem pendidikan langsung dianggap tidak sama dengan daring, beberapa kompetensi sulit diterapkan semisal interaksi dan praktek sehingga kompetensi jelas akan berbeda.


Kalaupun pembukaan kembali pendidikan masih sulit dilakukan pemerintah harus bisa mengoptimalkan sistem yang ada saat ini. Masih banyak siswa yang masih kesulitan dalam memperoleh perangkat dan internet.


Wahab mengatakan, hal ini dipastikan akan didorong pihaknya pada penganggaran di 2021 untuk dilakukan pembenahan.
"Harus optimal, parameternya perintah lewat UU itu jelas, APBD kota memuat 20% untuk kebutuhan pendidikan dan kesehatan, saya akan lihat nanti di draft pelaporan sementara, kalau pelaporan nanti kuota tidak terpenuhi maka saya ingatkan Pemkot Makassar bahwa anda melakukan pelanggaran UU," tukasnya.


Salah satu bentuk pengoptimalan tersebut adalah usulan bantuan 6000 gawai bagi siswa tak mampu, bantuan-bantuan lainnya seperti kuota internet dan seragam sekolah.


"Itu akan nanti kita program kan, termasuk bantuan baju sekolah bagi anak yang tidak mampu sebanyak 3000, dan HP (android) 6000," tegas Wahab.