Kedatangan 1,2 juta dosis vaksin Sinovac disambut baik berbagai pihak. Beberapa pihak dikatakan harus menjadi prioritas vaksinasi. Seperti para guru yang diminta menjadi prioritas untuk mendapatkan vaksin.

Mengenai hal itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengatakan, tentu ada kesempatan bagi guru untuk mendapatkan prioritas penerimaan vaksin tersebut. Tapi, hal ini tentunya kembali pada keputusan pemerintah untuk melaksanakan vaksinasi.

“Dalam seluruh kebijakan publik, pemerintah senantiasa menyiapkan dan memikirkan yang terbaik bagi seluruh pihak,” kata Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud, Evy Mulyani kepada wartawan, Rabu (9/12).

Diketahui bahwa pertimbangan untuk memberikan vaksin kepada para guru adalah karena pembelajaran tatap muka (PTM) akan berlangsung pada Januari 2021. Kemudian juga vaksin ini dapat dijadikan salah satu faktor pertimbangan pemerintah daerah (pemda) dalam mengizinkan pembukaan sekolah.

“Keseluruhan faktor harus dipertimbangkan secara holistik oleh Pemda,” terangnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan, pihaknya berharap guru juga menjadi prioritas untuk mendapatkan vaksin tersebut. Sebab, guru sebagai garda terdepan dunia pendidikan dan akan melaksanakan PTM di tengah pandemi.

“Guru adalah juga pelayan publik yang sehari-hari berhadapan langsung kepada masyarakat, khususnya anak-anak. Oleh karena itu kesehatan mereka harus kita utamakan,” jelasnya melalui keterangan tertulis, Rabu (9/12).

Meskipun diminta untuk diprioritaskan, kata dia pemberian vaksin Covid-19 ini juga harus berdasarkan keinginan guru. Sebab, ada yang mau melakukan vaksinasi dan juga tidak.

“Jangan diwajibkan, karena itu hak asasi mereka untuk memilih. Namun jika mereka mau, mereka harus mendapat prioritas dengan biaya yang ditanggung pemerintah,” terangnya.