Dinas Pendidikan Kota Depok masih menggodok rencana kegiatan belajar-mengajar (KBM) semester depan.

Sebagai informasi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim telah melepas tanggung jawab buka-tutup sekolah dari tangan pemerintah pusat ke pemerintah daerah.

Dinas Pendidikan Kota Depok masih menggodok rencana kegiatan belajar-mengajar (KBM) semester depan.

Sebagai informasi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim telah melepas tanggung jawab buka-tutup sekolah dari tangan pemerintah pusat ke pemerintah daerah.

"Kami masih bahas dulu dengan tim di pemda, juga dengan tim satgas (Covid-19) karena kan semua diserahkan ke daerah masing-masing oleh Pak Menteri," jelas Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin, Senin (23/11).

"Kami nanti akan rapat dulu dengan semua internal baru nanti kami akan buat surat edaran wali kota ke sekolah. Sekolah seperti apa, berapa siswa satu ruangan, nanti muncul di surat edaran itu," ungkapnya.

Ia memastikan, KBM di Depok masih berlangsung dari jarak jauh hingga semester ini berakhir. Surat edaran yang disinggung Thamrin, ditaksir baru akan terbit pada Desember nanti, sebagai persiapan KBM mulai Januari 2021.

"Kami beresin satu semester ini dulu," kata dia. Yang jelas, Thamrin mengklaim bakal menggodok serius kesiapan setiap sekolah bila memutuskan membuka KBM tatap muka.

Di samping itu, orangtua murid juga bakal diberikan porsi untuk menyatakan setuju atau tidak setuju. "Kami lihat pertimbangan sekolah, fasilitas cuci tangan, kapasitas siswa, alat pengukur suhu. Sekolah harus mempersiapkan itu dulu semuanya," kata dia.

"Sekolah harus benar-benar siap, kalau belum siap kita tidak izinkan. Juga tergantung pernyataan orangtua. Kalau orang tuanya nggak mengizinkan tatap muka ya silakan, kalau enggak mengizinkan ya silakan," tutup Thamrin.

Hingga saat ini, Depok masih mencatatkan diri sebagai kota di Jawa Barat dengan torehan kasus positif Covid-19 terbanyak.

Data terbaru per Senin (23/11), jumlah pasien Covid-19 di Depok yang sedang dirawat mencapai 1.709 orang. Jumlah ini sekaligus jumlah pasien terbanyak yang pernah dicatat Depok selama pandemi. (Vitorio Mantalean)