Nadiem menyebut teknologi bisa menjadi dukungan peningkatan kualitas pembelajaran

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan pemanfaatan teknologi merupakan keniscayaan. Khususnya untuk menjawab berbagai tantangan sektor pendidikan yang memiliki keberagaman luar biasa.

"Teknologi bisa menjadi alat bantu untuk memperluas akses serta membantu mempermudah berbagai proses administrasi yang selama ini membelenggu upaya-upaya inovasi," kata Nadiem, pada Malam Anugerah Kihajar 2020, Jumat (4/12).


Di dalam keterangannya, Nadiem mengatakan, teknologi juga bisa dimanfaatkan untuk memberi dukungan peningkatan kualitas pembelajaran. Selain itu, teknologi bisa membantu guru-guru menjadi pendidik yang lebih baik untuk para peserta didik.

"Saya melihat antusiasme dari berbagai pihak dalam mengimplementasikan teknologi informasi untuk pembelajaran. Ini mencerminkan semangat Merdeka Belajar yang sejati," kata dia lagi.

Kepada para peserta didik, Nadiem berpesan agar jangan mudah puas dengan prestasi yang telah diraih saat ini. Ia menegaskan, di tangan anak-anak Indonesia, estafet kepemimpinan bangsa akan diserahkan sehingga peserta didik harus terus berkembang menjadi lebih baik.

"Terus kembangkan potensi diri dan asah kemampuan berpikir kritis, kreatif, mandiri, bergotong royong dan berkolaborasi. Selalu ingat banyak tanya, banyak coba, banyak karya," ujar dia lagi.

Anugerah Kihajar merupakan penghargaan yang secara rutin diberikan semenjak tahun 2006 melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbud. Tahun ini, Anugerah Kihajar diberikan kepada 75 peserta didik dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK, serta 40 tenaga pendidik yang menjadi Duta Rumah Belajar 2020.