Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai hidup, baik terhadap Tuhan, diri sendiri, sesama manusia, alam dan lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia yang berakhlak mulia. 

Pendidikan karakter menggarap berbagai aspek dari pendidikan moral, pendidikan kewarganegaraan, dan juga pengembangan karakter.
Menurut Doni Koesoema Pendidikan karakter adalah usaha yang dilakukan secara individu dan sosial dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan kebebasan individu itu sendiri.2 Segala usaha baik yang formal di sekolah ataupun informal dalam keluarga dan lingkungan yang memberi kebebasan seseorang untuk berkembang merupakan proses pendidikan -dalam arti luas-. Dari sinilah karakter individu terbentuk, terutama dalam lingkungan keluarganya sebagai lingkungan pertama bagi tumbuh kembang seseorang.

Pembelajaran yang berbasis kearifan local atau sering disebut local Wisdom dapat dipahami sebagai usaha manusia dengan menggunakan akal budinya (kognisi) untuk bertindak dan bersikap terhadap sesuatu, objek, atau peristiwa yang terjadi dalam ruang tertentu. 

Pengertian tersebut disusun secara etimologi, di mana wisdom dipahami sebagai kemampuan seseorang dalam menggunakan akal pikirnya dalam bertindak atau bersikap sebagai hasil penilaian terhadap suatu objek atau peristiwa yang terjadi. Sebagai sebuah istilah wisdom sering diartikan sebagai ‘kearifan/kebijaksanaan’. Lokal secara spesifik menunjuk pada ruang interaksiter batas dengan sis.tem nilai yang terbatas pula.


Karakter pada diri seseorang dapat terbentuk karena adanya interaksi dengan dunia luar. Cara seseorang menanggapi setiap keadaan biasanya dipengaruhi oleh kebiasaan yang ada dalam masyarakat. Karakter menjadi sesuatu yang abstrak tetapi begitu nyata dalam tingkah laku sehingga bisa dibentuk dan diarahkan. 

Pembentukannya tentu saja dengan pengajaran dan pelatihan melalui proses pendidikan. Itulah yang bisa disebut sebagai pendidikan karakter, suatu usaha yang ditujukan untuk membentuk dan mengarahkan karakter serta kedewasaan seseorang.


Dengan berbagai strategi pembelajaran yang berbasis local maka bangsa ini pada tahun itu, bangsa Indonesia akan sudah 100 tahun bebas dari penjajahan. Adalah suatu kewajaran atau bahkan suatu keharusan bahwa tahun 2045 itu dijadikan benchmark (patokan) untuk menentukan kinerja bangsa ini selama seratus tahun merdeka dari penjajahan dan menentukan daya saing di arena internasional.


Pendidikan membentuk Generasi Indonesia 2045
Grand design Kemendikbud untuk menyiapkan generasi emas 2045 mendapatkan momentum yang sangat tepat, karena periode tahun 2010 sampai 2035 merupakan periode “bonus demografi Indonesia” (demographic dividend), di mana potensi sumber daya manusia berupa populasi usia produktif merupakan yang terbesar sepanjang sejarah kemerdekaan Indonesia).

 Mereka yang sekarang pada masa usia dini akan menjadi generasi yang mengendalikan bangsa ini pada tahun 2045. Tahun 2045 ini akan menjadi tonggak sejarah pemuda bangsa indonesia yang unggul dan mandiri bias mencapai target yang lebih pada masa Indonesia 2045 ini karena pada tahun itu Bangsa Indonesia memperingati 100 tahun kemerdekaan nya.

Pada usia-usia itu merekalah yang akan memegang peran di suatu negara,karena generasi yang unggul dan mandiri yang harus dimiliki oleh bangsa ini,bagi generasi muda tidak ada kata sulit jika mau bergerak dan menunjukkan kualitas diri baik itu di nasional maupun internasional, tidak hanya mampu menjadi generasi yang unggul dan mandiri namun kiat-kiat yang harus dimiliki generasi muda adalah memiliki wawasan yang luas agar mampu berpikir secara kritis di dalam bertindak dalam mencapai Indonesia emas 2045.

Untuk menjadi generasi yang unggul, generasi tersebut harus memiliki sikap tanggung jawab, disiplin, mandiri, jujur, hormat, santun,kasih sayang, peduli, kerja sama, percaya diri, kreatif, kerja keras, pantang menyerah, keadilan baik dan rendah hati, toleran, cinta damai dan persatuan. 

Timbul sebuah pertanyaan kembali apakah generasi sekarang sudah berada pada nilai-nilai tersebut? Jawabannya muncul apabila bangsa ini sudah mulai ada perubahan yang signifikan, pemuda yang unggul dan mandiri harus keluar dari zona nyaman mereka, karena dengan itu bangsa ini akan bias mencapai Indonesia emas tahun 2045. Karena Generasi 2045 diharapkan merupakan generasi yang jauh dari perilaku amoral, destruktif, anarkis, dan korup, serta sangat dekat dengan perilaku cerdas spiritual, emosional, intelektual, dan sosial.


Dengan demikian untuk mewujudkan tercapainya Generasi 2045 ini tidak semudah kita membalikkan telapak tangan. Segala upaya baik itu pemikiran atau pun tanaga harus dioptimalkan seintegral dan sedemikian rupa. 

Fenomena penting yang diprediksi akan mengiringi kelahiran membentuk generasi yang unggul dan mandiri, menjadi karakteristik utama sekaligus pembentuk generasi bangsa indonesia 2045 adalah kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), dan keterbukaan pemanfaatan kemajuan TIK. Tidak hanya melalui TIK namun bersaing dengan MEA kita perlu siap siaga tanggap dalam berkontribusi membentuk generasi yang unggul dan mandiri dan arus globalisasi yang tidak dapat di bendung, senantiasa menuntut ruang gerak yang dinamis dalam segala aspek kehidupan.