JAKARTA – Pendidikan adalah suatu esensi kemanusiaan yang harus bisa berjalan dengan baik dala  situasi apapun. Selama masa pandemi Covid-19, pendidikan kehilangan sesuatu yaitu proses belajar mengajar secara langsung di sekolah, karena salah satu aspek penting dari pendidikan adalah interaksi langsung antar sesama siswa atau siswa dengan guru di sekolah.


“Wacana akhir-akhir ini kita bisa menyaksikan sekolah akan dibuka normal kembali,  meskipun dengan protokol kesehatan yang ketat dan dengan regulasi yang sangat ketat juga. Itu tantangan pendidikan di tengah pandemi,” ujar Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Kominfo RI, Prof. Dr. Widodo Muktiyo di Jakarta, Minggu (13/12).


lanjut Widodo dalam Webinar bertajuk “Tantangan Dunia Pendidikan di Tengah Pandemi dan Era Digital” menyebutkan, pandemi Covid-19, memang sesuatu yang tidak bisa diduga sebelumnya sehingga tantangannya menjadi sangat kompleks tidak hanya di dalam dunia pendidikan, tetapi juga dalam dunia ekonomi, kesehatan dan dalam berbagai aspek kehidupan lainnya.


“Di tengah pandemi seperti ini, hikmah yang bisa kita lihat bahwa kita tidak bisa lagi terkoneksi secara langsung. Bisa jadi ada kehilangan di dalam proses pembelajaran. Ada pembelajaran yang menjadi berkurang atau menyempit. Terutama di pendidikan dasar,” ujarnya.

Di lain pihak, Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof Dr Jamal Wiwoho dalam kesempatan yang sama mengatakan, model pendidikan ke depan dituntut agar adaptif, inovatif dan kreatif karena akan beroperasi melalui saluran yang sarat digital. Oleh karena itu menurutnya ide Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim untuk mendekatkan dunia pendidikan, dunia kampus dengan dunia industri dengan kampus merdeka belajar amat berselarasan dengan kebutuhan di era di digital.

“Kekuatan baru di era digital adalah interkoneksi yang membuat segalanya terhubung mempermudah kegiatan-kegiatan ekonomi dan sosial. Dunia klasikal telah beralih pada kekuatan baru bernama virtual,” kata dia.

Sementara itu, DPR RI mengingatkan pemerintah mengenai tantangan pendidikan di era pandemi yaitu ketersediaan teknologi yang belum merata di Indonesia. Dalam pembahasan anggaran tahun 2021, Komisi I DPR RI mendorong Kementerian Kominfo untuk membantu atau melakukan pembangunan BTS-BTS (Base Transceiver Stasion) di daerah yang  tidak dibangun oleh pihak swasta.

“Kami Komisi I mendorong agar Kominfo mengambil langkah agar janji pemerintah merdeka sinyal itu betul-betul segera terwujud dan seluruh rakyat Indonesia memiliki hak akses yang sama terhadap internet. Karena dalam proses pendidikan ini ternyata internet menjadi kebutuhan utama. Apalagi di era pandemi ini,” ujar Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari dalam forum yang sama.

Dalam webinar tersebut masing-masing narasumber menyampaikan paparannya dari perspektif masing-masing sehingga makin memperkaya wawasan. Webinar dimoderatori oleh Ketua  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Surakarta, Anas SA.  Webinar ini digelar oleh Kominfo bekerjasama dengan DPR RI. (A Syahirul)

sumber