DENPASAR, balipuspanews.com- Satu lagi putra terbaik asal Bali dipercaya memimpin lembaga pendidikan tinggi di luar Bali. Kali ini Dr. I Dewa Ketut Wicaksana, S.Sp, M.Hum, terpilih sebagai rektor Institut Seni Budaya Indonsia (ISBI) Tanah Papua periode 2020-2024 yang dilantik pada (8/12/2020) lalu.

Pria berusia 56 tahun kelahiran Nusa Penida, Klungkung ini mengungkapkan bahwa dalam mengemban tugas sebagai pucuk pimpinan kampus seni ini sesuai dengan visi dan misi ISBI Tanah Papua menjadi pusat pendidikan seni dan budaya Indonesia khususnya etnik Papua guna memperkaya nilai-nilai kemanusiaan.

“ Tentu skala prioritas kita adalah menyelenggarakan pendidikan tinggi dengan mengembangkan potensi dan pluralitas seni dan budaya lokal untuk membangun jati diri masyarakat Papua agar memiliki daya saing global,” tuturnya sembari mengucapkan puji syukur suksmaning manah.

Selain itu, lanjut Wicaksana, target utama dalam jangka pendek adalah  menjaring calon mahasiswa agar lebih banyak studi seni dan budaya di ISBI TP. Mengingat seni budaya Papua sungguh luar biasa banyak dan beragam. Ini potensi besar untuk digali, dilestarikan dan dikembangkan ke depan karena unik dan langka.

Dalam waktu dan situasi yang sangat terbatas ini, Dosen Pendalangan ISI Denpasar akan merancang pembangunan kampus ISBI Tanah Papua, sementara ini masih meminjam gedung milik Taman Budaya Tanah Papua. Serta melanjutkan rencana strategis 2018-2021 ISBI Tanah Papua bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dan struktur kepemimpinan.

“ Masyarakat Papua menghendaki pemimpin dari Bali dalam mengembangkan kesenian di ISBI TP dengan menggunakan prinsip kontekstual yakni pendekatan desa, kala, dan patra (tempat, waktu, dan keadaan). Hal ini akan dilakukan berdasarkan atas budaya tempatan, baik dalam pencitraan, tingkat sosial maupun irama perkembangan seni di Papua,” tuturnya.

Wicaksana menambahkan, pendekatan keutamaan budi yakni rasa (hati), basa (bahasa santun), masa (etika), dan yasa (pengabdian yang tulus) merupakan pondasi dalam pengembangan kesenian di tanah Papua. Selain itu, pihaknya juga melaksanakan atas dasar konsep spirit dengan mengutamakan prinsip keindahan, kebenaran, dan kesucian (sundaram, satwam, siwam).

“ Kami akan melanjutkan dan akan mengembangkannya, baik menambah prodi baru yang sebelumnya hanya ada lima prodi yaitu Prodi Seni Tari, Musik, Lukis, Kriya, dan Desain Komunikasi Visual sehingga dapat mewujudkan ekonomi kreatif, kewirausahaan, dan tata kelola seni budaya,” pungkasnya.

Dalam pelantikan Rektor Dewa Wicaksana tersebut, turut disaksikan oleh Dra. Dyah Ismayanti, M.E., Kepala Biro Sumber Daya Manusia Sekretariat Jendral, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan beserta Dian Wahyuni, S.H., M.Ed., Kepala Biro Hukum Sekretariat Jendral, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.



sumber