Masa pandemi bisa memunculkan kreativitas siswa yang tinggal di desa. Jamaluddin, siswa kelas VII SMPN 4 Sungai Apit, yang tinggal di perdesaan Kabupaten Siak, menunjukkan hasil karyanya belajar matematika tentang himpunan.
Dari belajar daring, dia bisa menemukan ciri-ciri yang sama sehingga dikategorikan sebagai himpunan. “Contoh himpunan yang ada di rumah, yaitu himpunan peralatan dapur yang dimulai dari huruf P, seperti pisau, piring, panci, dan pemanggang. Himpunan adalah objek yang memiliki ciri-ciri yang sama dan jelas. Konsep himpunan ini juga bisa dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari,” kata Jamal bersemangat.


Untuk mengikuti pembelajaran daring melalui zoom bersama gurunya, Jamal harus mengejar sinyal internet dengan berpindah ke rumah neneknya yang jaraknya lumayan jauh dari tempat tinggalnya.


Lain lagi dengan Rafa Al-Irsyad Yusuf, siswa kelas VI MI Muhammadiyah 1 Pekanbaru. Dia menunjukkan pemanfaatan aplikasi pembelajaran (learning apps) untuk belajar peta ibu kota provinsi.


“Saya diminta guru memanfaatkan learning apps, untuk belajar peta Indonesia. Kami memasangkan PIN pada peta buta menggunakan learning apps dan membuat pertanyaan terkait PIN yang dimasukkan dalam peta. Saya membagikan linknya ke teman-teman untuk bermain bersama menjawab pertanyaan berdasar PIN yang mereka klik,” kata Rafa yang mengaku pembelajaran aktif ini bisa menghilangkan kejenuhan belajar dari rumah.

Kedua siswa tersebut mendemonstrasikan dampak perubahan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang terjadi di masa pandemi. Mereka menampilkannya pada acara unjuk karya praktik baik Program PINTAR yang dilakukan secara virtual, Selasa (15/12/2020).


Gubernur Riau yang diwakili oleh Asisten 1 Pemerintah Provinsi Riau, Jenri Salmon Ginting terkesan melihat para siswa yang percaya diri mempresentasikan hasil karya pembelajaran selama pembelajaran jarak jauh.


“Saya melihat sendiri anak-anak kita yang biasanya takut menjawab pertanyaan dari orang dewasa, justru saat ini percaya diri dan mampu mempresentasikan dengan baik hasil belajarnya. Hal ini merupakan lompatan besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Provinsi Riau,” ujarnya.


Direktur External Affair Tanoto Foundation, Ari Gudadi menyebut penyebaran praktik-praktik baik pendidikan adalah kunci pemerataan kualitas pendidikan. Seperti praktik baik pembelajaran yang ditampilkan oleh siswa, guru, kepala sekolah, dan mahasiswa calon guru pad acara unjuk karya praktik baik di Provinsi Riau ini.


“Tanoto Foundation merupakan katalisator untuk ikut mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) nomor 4 tentang pendidikan berkualitas. Kami mengawali pengembangan program, pemerintah daerah yang mendesiminasikan untuk mencapai tujuan bersama sebagai satu tim Indonesia. Yaitu anak-anak bisa menjadi pintar dan dapat bersaing di dunia global,” kata Ari.