Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan komitmennya untuk memberikan afirmasi terhadap pendidikan pesantren. Tahun 2021, Kemenag telah menyiapkan sejumlah program untuk membantu penyelenggaraan pendidikan pesantren.

“Sejumlah program afirmasi pesantren sudah kita siapkan di 2021. Kami menyebutnya sebagai program penguatan dan pengembangan pesantren. Program ini mencakup aspek akademik, kelembagaan, SDM, bahkan bantuan sarana prasarana,” tegas Gus Yaqut dalam keterangannya, Kamis (21/1).

Untuk penguatan SDM akan dilakukan dengan memberikan program afirmasi bagi peningkatan kualifikasi akademik pengajar pesantren, khususnya Ma’had Aly. “Kami akan memberikan beasiswa pascasarjana bagi para dosen Ma’had Aly,” jelasnya.

Afirmasi lainnya adalah pendampingan program sertifikasi bagi ustad pesantren, utamanya mereka yang mengajar di Ma’had Aly, diniyah formal, dan mu’adalah. “Kami menargetkan ada 6.000 tenaga pendidik pesantren yang bisa menerima manfaat beasiswa atau sertifikasi ini,” tutur dia.

Hal ini juga akan berdampak kepada aspek penguatan kelembagaan pesantren. Kemenag akan melakukan pendampingan terhadap proses akreditasi Ma’had Aly hingga sampai pada tingkat Mumtaz atau “A”. Untuk diketahui, saat ini ada 60 Ma’had Aly di seluruh Indonesia, dan dari jumlah itu sebanyak 52 di antaranya sudah terakreditasi, baik Maqbul (C), Jayyid (B), atau Mumtaz (A).

“Tahun ini kami targetkan ada 15 Ma’had Aly terakreditasi Mumtaz. Kami juga tengah mendorong pembentukan Lembaga Akreditasi Mandiri atau LAM, baik untuk Ma’had Aly maupun Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri,” sambungnya.

Afirmasi lainnya dalam bentuk peningkatan sarana prasarana. Kemenag telah menyiapkan bantuan untuk 1.500 pesantren, 116 pendidikan diniyah formal (PDF), 130 Satuan Pendidikan Muadalah, 70 Madrasah Diniyah Takmiliyah, dan 140 pendidikan Al-Quran.

“Bantuan sarana dan prasarana lainnya dalam bentuk pembangunan gedung perpustakaan dan laboratorium bagi pesantren,” ucap Gus Yaqut.

Selain itu, Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani menambahkan, Kemenag juga telah mengalokasikan anggaran insentif buat ustad pesantren. Besarannya adalah Rp 250 ribu. Untuk para santri ada dua jenis bantuan yang disiapkan. Pertama, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pesantren.

“Kami sudah alokasikan anggaran lebih dari Rp 162 miliar untuk 160 ribu lebih santri. Program Indonesia Pintar (PIP) pesantren. Ada sekitar Rpc145 miliar yang dialokasikan untuk membantu lebih dari 188 ribu santri. Program-program afirmasi terhadap lembaga pendidikan Islam tertua dan khas Indonesia ini akan terus dilakukan, bahkan ditingkatkan,” lanjutnya.

Terkait BOP Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam pada masa pandemi Covid-19, Ali Ramdhani menambahkan, hal ini merupakan bagian dari Program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) yang bersumber dari Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA-BUN) Tahun Anggaran 2020.