Ada tantangan yang menghadang di hadapan kita menuju kebaikan dunia pendidikan yang membentang amat luas mulai dari input, proses pendidikan maupun hasil outcome pendidikan yang menjadi ciri persoalan dari pendidikan adalah membandingkan pendidikan yang dianggap berhasil dengan pendidikan yang di anggap terbelakang, pada hal itu semua hanya bentuk dari penilaian yang hanya sepihak dari pengamatan oleh para praktisi pendidikan yang berselewaran dipermukaan bumi yang mulai gelisah ini, betapa tidak, adanya bentuk sarana pendidikan seebagai pendukung kegiatan proses pendidikan yang dianggap sangat tidak mamadai dan terbelakang itu, maka munculkan kegelisahan atau pun pengharapan yang banyak kepada pihak lain untuk bisa menjadi pendukung. 

Sebenarnya bila kita kembali pada jati diri sebagai manusia yang sempurna maka proses pendidikan yang alamiyah itu bisa dijadikan harapan, konsep pendidikan alamiyah inilah yang seharus menjadi fokus kita bersama dalam pengarungi badai terpaan dan tantangan pendidikan dewasa ini, karena proses pendidikan itu bukan hanya aspek fisik material yang di pentingkan tetapi lebih dari pada itu bisa menyentuh pada level kemanusiaan yang mendalam dari hati sanubari nya setiap pendidik dan peserta didik itu sendiri, dari aspek itu kita mulai berangkat dari sana untuk mengurai persoalan pendidikan itu sendiri, memang proses pendidikan tidak bisa dipungkiri harus punya alat peralatan dan sumber pembelajaran sebagai sarana fasalitas yang bisa memperlancarkan usaha yang telah di rencanakan tetapi bukankah sarana itu sudah ada dalam diri kita sendiri atau ada dalam lingkungan kehidupan sosial kita sendiri yaitu masyarakat, atau dikeluarga kita sendiri, alat yang alamiyah sekaligus ilmiyah dapat menambah bentuk keunikan sehingga menjadi karakter tersendiri yang di berikan dan arahkan kepada nilai nilai yang akan di dialihkan kepada pendidk dan peserta didik sendiri.

Pelaku pendidik bukan hanya individu perseorangan yang terlibat tetapi pelaku pendidik itu ada mulai dari pemerintahan yang kuat sampai pada tingkatan masyarakat yang bisa memberi dukungan pada proses pendidikan itu betapa tidak selama ini hanya terpaku pada sarana alat peralatan yang canggih berupa HP atau jaringan internet yang selalu di pergunakan oleh peserta didik sudah dapat dikatakan telah maju dan bisa beradaptasi dengan dunia global, sehingga tidak mengherankan bahwa persoalan pendidikan bisa makin ruwet penumupuk mejadi ketidak mampun kita dapat menjalani proses pendidikan yang matang dan tanpa ada try and error' seharusnya menjadi bahan kita bisa menjadi perubahan bersama