Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang memastikan pekan pertama belajar tatap muka (BTM) berlangsung lancar tanpa hambatan.

Kondisi ini diketahui dari evaluasi yang dilakukan Disdikbud Aceh Tamiang setiap hari terhadap seluruh sekolah yang dinaungi pemerintah daerah.


“Setiap hari kita melakukan evaluasi, sejauh ini tidak ada kendala,” kata Kabid Dikdas Disdikbud Aceh Tamiang Bambang Supriyanto, Minggu (10/1/2021).

Salah satu indikasi lancarnya proses BTM ini disebut Bambang terlihat pada tingginya tingkat kehadiran siswa.

“Selain angka kehadiran tinggi, kesadaran murid menerapkan protokol kesehatan juga tinggi,” sambungnya.

Bambang berharap kondisi ini bisa dipertahankan seluruh sekolah agar kedepannya durasi jam belajar di sekolah bisa ditambah. Saat ini jelas Bambang, jam belajar di sekolah dibatasi hanya empat jam.

“Harapannya dalam dua bulan ke depan, jam belajar bisa ditambah menjadi enam jam, walau tetap diatur 50 persen,” kata Bambang.

Aceh Tamiang kembali menerapkan pembelajaran tatap muka di seluruh sekolah mulai Senin (4/1/2021).

Aktivitas belajar di sekolah ini sebelumnya dihentikan sejak 16 Maret 2020 akibat penyebaran Covid-19.

Bupati Aceh Tamiang Mursil memastikan sebelum belajar tatap muka ini dilakukan, pihaknya telah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kesiapan dan dampak yang mungkin akan ditimbulkan dari aktivitas ini.

Monitoring ini dilakukan di seluruh sekolah yang berjumlah 123 TK, 172 SD dan 58 SMP.

“Jauh hari kita terus melakukan monitoring kesiapaan sekolah untuk menyelenggarakan belajar tatap muka. Karena intinya kita tetap mengedepankan protokol kesehatan,” kata Mursil.

Dia menegaskan kebijakan ini sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di masa pandemi Covid-19.(*)