Beberapa daerah diketahui tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) pada semester genap Tahun Ajaran 2020/2021 mulai 4 Januari 2021. Seperti Provinsi Sumatera Barat dan Jawa Barat. Namun kebijakan tersebut sangat disayangkan.

“Kami menyayangkan keputusan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Jawa Barat yang memutuskan siap tatap muka Januari 2021,” tutur Koordinator Nasional Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim kepada JawaPos.com, Minggu (3/1).

Dia berkata bahwa pembukaan sekolah itu harus dipertimbangkan dengan matang terlebih dahulu. Perlu adanya penelusuran mendalam untuk dapat memastikan sekolah mampu menjalankan PTM dengan baik.

“Mestinya daerah melakukan kroscek betul-betul ke tiap sekolah tanpa kecuali. Jadi jangan asal siap-siap saja atau sekadar menerima laporan online,” terang dia.

Selain itu, pihaknya juga memberikan apresiasi kepada daerah yang memutuskan tetap menjadikan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai sistem pembelajaran di tengah pandemi. Salah satunya seperti Provinsi Jawa Tengah (Jateng)

“Kami juga mengapresiasi Gubernur Jateng, Banten, dan Bengkulu yang sudah lebih awal memutuskan menunda PTM Januari. Keputusan beberapa kepala daerah ini hendaknya dicontoh oleh daerah lain dengan kondisi Covid-19 yang sama,” imbuh dia.

Salah satu wilayah yang juga baru saja menunda PTM adalah Provinsi DKI Jakarta. Meskipun begitu, Satriwan mengharapkan agar adanya pendampingan untuk PJJ daring dari Disdik.

“Kami berharap Disdik DKI terus dan makin meningkatkan pendampingan kepada guru dan orang tua selama PJJ daring,” pungkas dia.