Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Agus Sartono menuturkan bahwa upaya peningkatan kualitas guru merupakan salaj satu hal yang sulit. Bahkan, kata dia, lebih sulit daripada mencari uang.

“Uang bisa kita dapatkan, sarana prasarana bisa kita bangun, kurikulum bisa kita disain, tapi kualitas pendidik sangat penting sekali dan bukan hal mudah,” kata dia dalam diskusi daring Menuju Transformasi Pendidikan Nasional yang Bermutu untuk Mewujudkan Indonesia Maju, Selasa (2/2).

Menurutnya, guru adalah aktor utama dalam peningkatan kualitas di dunia pendidikan. Jadi, ketika kualitas guru tidak baik, output dari anak didik pun tidak akan berdampak banyak.

“Guru harus mampu inspiring, membangun mimpi indah para siswa. Tantangan terberat dalam peta jalan ini adalah bagaimana guru mampu mengembangkan konten pembelajaran,” ucapnya.

Para guru pun diminta untuk membuat formasi dalam membangun konten pembelajaran. Diharapkan guru dalam memberikan pengajaran tidak hanya mengirimkan baham ajar kepada siswa.

“Konten itu bukan PDF lalu dikirim, tapi basisnya pada animasi. Sehingga ketika mengajar matematik, biologi semua bisa interaktif,” tambah dia.

Oleh karena itu, tantangan untuk tidak memberikan pelajaran secara instan ini yang harus diatasi oleh para guru sebagai bukti kualitas mereka. Jadi kualitas dunia pendidikan Indonesia ini akan meningkat sejalan dengan kualitas guru.

“Ini tantangan ke depan. Karena suka tidak suka, memang generasi harus kita siapkan untuk menyongsong revolusi 4.0,” pungkasnya.