Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, bahwa di masa mendatang, kepala sekolah akan dipilih dari mereka yang ikut dalam program Guru Penggerak. Dari program tersebut niscaya akan muncul guru yang memiliki kompetensi serta kepemimpinan yang baik.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Praptono mengatakan bahwa rencana tersebut akan menunggu regulasi yang mengaturnya. ’’Untuk masa yang akan datang (kepala sekolah wajib ikut Guru Penggerak) tentu menunggu regulasi yang mengaturnya,’’ jelas dia kepada JawaPos.com, Senin (15/2).

Ia menuturkan, saat ini, selama guru telah memenuhi syarat atau lolos tes calon kepala sekolah, mereka tidak perlu ikut Guru Penggerak. Hal ini lantaran belum ada kebijakan yang mengatur hal tersebut.

’’Kalau mau diangkat selama sudah memenuhi syarat, seperti sudah diklat calon kepsek boleh saja, meskipun tidak menjadi Guru Penggerak karena menjadi Guru Penggerak bukan syarat menjadi kepsek untuk saat ini,’’ tutur dia.

Namun Praptono kembali memastikan bahwa para guru yang tergabung dalam program ini akan memiliki kesempatan lebih besar menjadi kepala sekolah di masa mendatang. Sebab, program ini memang dikhususkan untuk menyiapkan kepala sekolah.

’’Dengan menjadi guru penggerak maka karir untuk menjadi kepala sekolah akan semakin terbuka. Bahkan menjadi pengawas atau instruktur pelatihan tingkat kabupaten/kota, provinsi atau nasional,’’ tambahnya.

Pihaknya yakin bahwa program Merdeka Belajar episode kelima ini akan menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang tinggi. Sebab, kurikulim pelatihan dan pengajar praktik juga telah disiapkan dengan baik.

’’Kami sangat meyakininya (lulusan yang baik). Dengan pendidikan calon guru penggerak 9 bulan dan pendampingan yang diberikan insyaAllah harapan itu tercapai dengan ridha Allah,’’ pungkasnya.

Seperti diketahui, Nadiem mengajak para guru untuk ikut program Guru Penggerak. Pasalnya, program ini dirancang untuk pembekalan kompetensi guru di semua jenjang guna menyiapkan pemimpin pembelajaran masa depan. ’’Ke depan, kalau mau punya karir sebagai kepala sekolah, tentu harus melewati program Guru Penggerak, karena ini bukan cuma program penguatan, tapi juga kepemimpinan,’’ terang Nadiem dalam keterangannya, Minggu (14/2). (*)