Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) saat ini tengah merumuskan Peta Jalan Pendidikan (PJP) 2020-2035. Adapun, naskahnya ditargetkan akan rampung sekitar bulan Mei sampai Oktober 2021.

Terkait hal tersebut, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Unifah Rosyidi pun meminta agar para guru juga mendapatkan prioritas dalam peningkatan mutu. Dia menilai bahwa di PJP, kebijakan yang mengatur guru tidak mencakup peningkatan kualitasnya.

“Kami ingin di PJP ini, bahwa guru dan LPTK bukan sekedar tempelan, tapi menjadi fokus utama kalau kita ingin mencapai kualitas pendidikan yang kita prediksikan sampai 2035,” terang dia dalam diskusi daring Menuju Transformasi Pendidikan Nasional yang Bermutu untuk Mewujudkan Indonesia Maju, Selasa (2/2).


Ia mengharapkan agar dalam penyusunan PJP benar-benar dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Dimulai dari para pendidiknya, sebab dalam peningkatan kualitas pendidikan harus secara pararel dengan guru.

“Kami ingin di PJP ini, salah satu pengungkit yang jelas untuk meningkatkan mutu adalah guru, tenaga pendidikan dosen dan LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) ini adalah bagian penting yang jangan hanya ditempel di peta jalan,” terang dia.

Unifah juga mengkritik pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk tidak terus membandingkan hasil peningkatan kualitas pendidikan di negara lain, seperti Finlandia. Namun, tidak membandingkan kebijakan seperti apa yang diterapkan di negara tersebut.

“Dibandingkan dengan finlandia, tidak masuk akal, yang dibandingkan output-nya, tetapi kebijakannya nggak dibandingkan, harusnya kita harus membandingkan bagaimana treatment-nya,” tegas dia.