Pendidikan adalah suatu proses pembentukan sikap dan karakter seseorang dalam menerapkan sikap disiplin, jujur dan bertanggung jawab. Pendidikan karakter seseorang harus ditanamkan pada anak sejak dini. Tanpa adanya pembentukan sikap dan karakter pada seseorang, maka sekelompok orang akan memiliki karakter negatif. Pendidikan bisa mengajarkan tidak hanya membangun karakter seseorang namun dapat berfungsi juga sebagai bekal untuk mengejar semua target. Seperti mengejar suatu impian orang tersebut, tanpa dididik sejak dini akan sulit untuk mewujudkannya.

Di zaman ini banyak terjadinya kerusakan moral pada setiap diri anak, remaja bahkan orang dewasa sekalipun. Hal ini disebabkan karna kurangnya edukasi pembentukan etika pada anak sehingga perilaku atau perbuatan manusia sangat memprihatin dan menyimpang. Salah satu contoh rusaknya moral dan karakter pada anak dikarenakan perkembangan teknologi yang semakin canggih, sehingga terjadinya dampak negatif. Tentu perkembangan teknologi memiliki dampak positif seperti memudahkan seseorang dalam bekerja,mencari informasi, dan komunikasi. 

Tetapi jika kita tidak menanam pendidikan sikap dan karakter sejak dini, perkembangan teknologi akan berdampak negatif seperti terjadinya penyalagunaan media sosial, tutur bahasa yang kurang sopan,terlalu mengandalkan teknologi, dan lunturnya moral pendidikan indonesia yang dikenal masyarakat dunia baik perlahan lahan menghilang. Hal tersebut sudah sering terjadi kasusnya di negara indonesia, Maka dari itu medidik anak penting sekali agar tidak menimbulkan dampak negatif. 

Faktanya pendidikan karakter tidak selalu menjadi kunci kesuksesan seseorang, tetapi perbandingan seseorang yang menerapkan jauh lebih banyak yang sukses dibangkan yang tidak menerapkan, seperti menjadi pemimpin yang bersikap jujur, adil, bertanggung jawab dan suka menolong rakyatnya maka akan banyak masyarakat yang menghormati dia. Karna mereka menerapkan sikap dan karakter etika yang positif. Kondisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan mutu pendidikan pembentukan karakter di indonesia masih sangat rendah, yang semestinya diterapkan tiap anak pada usia 1,5 tahun anak sudah bisa diajarkan mengenai konsep dan pentingnya sopan santun sampai anak tersebut benar benar sudah bisa menerapkan hal tersebut.

Pancasila memiliki nilai nilai yang dapat meguatkan pendidikan karakter pada anak, Pada sila ke-1 : ada nilai toleransi beragama dalam pendidikan karakter peserta didik. 

Pada sila ke-2 : yaitu nilai memahami dan menghargai sesama manusia sehingga membentuk karakter yang beradab. Pada sila ke-3 : dapat memahami nilai persatuan dan cinta tanah air sehingga pendidikan selalu mengutamakan keragaman budaya di indonesia. Pada sila ke-4: menjadi nilai penting untuk memahami kehidupan demokrasi yang sesuai dengan hati nurani, serta adanya keharusan taat pada hukum sehingga menjadi pribadi yang disiplin. 

Pada sila ke-5 : mengandung nilai memperjuangkan kepentingan bersama dalam kehidupan bersosialisasi, sehingga keadilaan sosial selalu ada dalam kehidupan sehari hari. Kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia juga bersumber pada pancasila, peningkatan sumber daya manusia dapat dicapai dengan adanya bantuan dari pemerintah dalam bidang teknologi,industri sehingga dapat menghasilkan kecerdasan,kreativitas dan inovasi dari sumber daya manusia yang berkompetensi tinggi.

Keluarga dapat menjadi kunci pendidikan karakter anak "down syndrome". Banyaknya anak berkebutuhan khusus seperti anak down syndrome yang memiliki sikap hormat dan terpuji jika didikan dari orang tua optimal. Adanya nilai agama, nilai kasih sayang yang diberikan, nilai sosial budaya, cinta lingkungan saling menghormati dan toleransi. Maka hal tersebut sangat penting untuk membangun bangsa, bukan hanya untuk anak anak down syndrome tetapi seluruh anak bangsa indonesia yang mulai dari keluarga. Seperti pendidikan indonesia yang terbagi menjadi tiga, yaitu pendidikan formal, pendidikan non fromal dan pendidikan informal.

Orang yang berpendidikan tidak akan mempercayai berita hoax dan mempercayai orang orang yang tidak bertanggung jawab. Karna mereka sudah di bekali oleh ilmu ilmu yang berupa fakta serta berjalannya logika seseorang. Edukasi sikap sopan santun pada anak merupakan alat terpenting dalam mengajarkan toleransi, mempunyai karakter positif, jujur dan bertanggung jawab.

sumber